Beranda › Artikel

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Persiapan TOEFL?

Ditulis oleh Indah Rohmayani, konsultan bahasa & penyusun materi Beniso English

Bagikan:

Isi artikel

  1. Kenapa tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang
  2. Estimasi kasar berdasarkan jarak skor saat ini ke target
  3. Empat faktor yang paling menentukan cepat-lambatnya progres
  4. Contoh jadwal mingguan yang realistis
  5. Tanda-tanda kamu sudah siap mengambil tes sesungguhnya
  6. Kenapa terburu-buru justru sering merugikan

Kenapa tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang

Pertanyaan "berapa lama belajar TOEFL sampai bisa dapat skor sekian" sebenarnya mirip pertanyaan "berapa lama sampai bisa lari maraton" — jawabannya sangat tergantung titik awal. Orang yang sudah terbiasa membaca teks akademik bahasa Inggris tiap hari butuh waktu jauh lebih singkat dibanding orang yang baru pertama kali menyentuh soal grammar formal. Angka di artikel ini adalah perkiraan kasar berdasarkan pola umum, bukan jaminan untuk situasi spesifikmu.

Estimasi kasar berdasarkan jarak skor saat ini ke target

Jarak skor (skala iBT)Perkiraan waktuCatatan
0-15 poin2-4 mingguBiasanya cukup dengan familiarisasi format soal dan strategi mengerjakan
15-30 poin1-2 bulanButuh latihan rutin harian, mulai menyentuh perbaikan grammar dan vocabulary
30-40 poin3-4 bulanPerlu membangun ulang fondasi grammar/vocabulary, bukan cuma strategi soal
40+ poin5-6 bulan atau lebihPerbaikan menyeluruh empat kemampuan, progres biasanya tidak linear

Angka ini asumsikan belajar konsisten, bukan belajar sporadis. Orang yang belajar 3 jam sekali seminggu biasanya progresnya jauh lebih lambat dari perkiraan tabel ini, meski total jam belajarnya mirip dengan orang yang belajar 20 menit tiap hari.

Empat faktor yang paling menentukan cepat-lambatnya progres

1. Konsistensi, bukan durasi per sesi. Otak menyerap bahasa lebih baik lewat paparan berulang dalam interval pendek dibanding sesi maraton jarang-jarang. Belajar 20 menit setiap hari selama sebulan hampir selalu mengalahkan belajar 5 jam sekali dalam sebulan.

2. Paparan bahasa Inggris di luar sesi belajar formal. Menonton video, membaca artikel, atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris di luar waktu belajar TOEFL secara langsung mempercepat familiaritas dengan struktur kalimat dan kosakata natural — modal yang langsung terpakai di Reading dan Listening.

3. Kualitas umpan balik. Mengerjakan soal tanpa memahami kenapa jawaban salah itu salah membuat kesalahan yang sama terulang. Pembahasan yang jelas mempercepat proses belajar jauh lebih signifikan daripada sekadar menambah jumlah soal yang dikerjakan.

4. Titik lemah yang spesifik. Orang yang lemah di satu area (misalnya cuma grammar) biasanya naik skor lebih cepat daripada orang yang lemah merata di semua area, karena perbaikan bisa difokuskan.

Contoh jadwal mingguan yang realistis

HariFokusDurasi
SeninReading — 1 passage + pembahasan20 menit
SelasaVocabulary — 1 set flashcard + kuis15 menit
RabuGrammar — 1 pola kesalahan + latihan20 menit
KamisListening — 1 set percakapan/kuliah20 menit
JumatReading — 1 passage lagi, level lanjutan20 menit
SabtuReview kesalahan minggu ini15 menit
MingguIstirahat, atau paparan santai (nonton/baca bahasa Inggris)bebas

Jadwal ini bisa dijalankan langsung lewat struktur part di Beniso English, karena setiap track (TOEFL, Vocabulary, Grammar) sudah dipecah jadi part-part kecil yang bisa diselesaikan dalam satu sesi singkat.

Tanda-tanda kamu sudah siap mengambil tes sesungguhnya

Kesiapan bukan soal "sudah belajar sekian bulan", tapi soal hasil yang konsisten. Beberapa tanda yang lebih bisa diandalkan:

1. Skor latihan stabil di sekitar target selama beberapa kali berturut-turut, bukan sekali kebetulan tinggi lalu turun lagi.

2. Simulasi lengkap dengan waktu terbatas hasilnya mendekati skor latihan per bagian — kalau simulasi penuh selalu jauh lebih rendah dari latihan per bagian, berarti stamina dan manajemen waktu masih jadi masalah tersendiri, bukan cuma kemampuan.

3. Pola kesalahan mulai berulang di area yang sama yang sudah berkali-kali direview — ini tanda kamu sudah mencapai plateau sementara dan tes sesungguhnya tidak akan jauh berbeda hasilnya dari latihan.

Kenapa terburu-buru justru sering merugikan

Biaya mengambil TOEFL tidak murah, dan mengambilnya sebelum benar-benar siap sering berarti mengulang tes — yang justru menghabiskan lebih banyak waktu dan uang dibanding menambah beberapa minggu persiapan lebih dulu. Kalau skor latihanmu masih naik-turun tidak stabil, itu sinyal untuk menambah waktu persiapan, bukan memaksakan jadwal tes yang sudah dipesan.

Progres bahasa jarang linear. Ada minggu-minggu di mana terasa stuck meski sudah belajar rutin — ini normal, dan biasanya diikuti lompatan pemahaman setelah beberapa minggu berikutnya, asal latihan tetap konsisten.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah bisa naik skor signifikan dalam seminggu?

Sangat sulit untuk kenaikan besar dalam waktu sesingkat itu. Perbaikan cepat biasanya datang dari familiaritas dengan format soal, tapi kemampuan bahasa yang mendasar butuh waktu lebih panjang untuk berkembang secara nyata.

Lebih baik belajar lama sekali seminggu atau sebentar tapi setiap hari?

Sebentar tapi konsisten setiap hari umumnya jauh lebih efektif, karena otak menyerap pola bahasa lebih baik lewat paparan berulang dalam interval pendek dibanding sesi maraton jarang-jarang.

Bagaimana cara tahu saya sudah siap mengambil tes sesungguhnya?

Perhatikan apakah skor latihanmu sudah stabil di sekitar target selama beberapa kali berturut-turut, dan apakah hasil simulasi lengkap dengan waktu terbatas mendekati hasil latihan per bagian.

Latihan soal terkait di Beniso English →

Bagikan: