Beranda › Artikel

Skor TOEFL ITP vs iBT: Perbedaan, Konversi, dan Cara Memilih

Ditulis oleh Indah Rohmayani, konsultan bahasa & penyusun materi Beniso English

Bagikan:

Isi artikel

  1. ITP dan iBT itu dua produk ETS yang berbeda, bukan versi lama-baru
  2. Perbandingan format tes secara menyeluruh
  3. Rentang skor dan cara masing-masing dihitung
  4. Kenapa tidak ada tabel konversi resmi antara ITP dan iBT
  5. Kapan sebaiknya pakai ITP, kapan harus iBT
  6. Cara memastikan tes mana yang dibutuhkan institusi tujuanmu

ITP dan iBT itu dua produk ETS yang berbeda, bukan versi lama-baru

Kesalahpahaman paling umum: menganggap TOEFL ITP sebagai "versi lama" dan iBT sebagai "versi baru" dari tes yang sama, seolah upgrade software. Kenyataannya keduanya adalah dua produk terpisah yang dijual ETS untuk tujuan berbeda, dan sama-sama masih aktif digunakan sampai sekarang.

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dirancang untuk kebutuhan internal institusi: syarat kelulusan kampus, seleksi beasiswa dalam negeri, atau placement test. Hasilnya hanya berlaku di institusi penyelenggara dan tidak diakui secara internasional untuk pendaftaran studi ke luar negeri.

TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes internasional resmi ETS, diakui secara luas oleh universitas dan lembaga imigrasi di seluruh dunia sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris untuk keperluan akademik dan profesional.

Perbandingan format tes secara menyeluruh

AspekTOEFL ITPTOEFL iBT
Bagian yang diujiListening, Structure & Written Expression, ReadingReading, Listening, Speaking, Writing
Cara mengerjakanPaper-based, pilihan gandaBerbasis komputer/internet, ada rekaman suara untuk Speaking
PengakuanInternal institusi sajaInternasional (universitas, imigrasi, beasiswa luar negeri)
Masa berlaku skorBervariasi tergantung institusi2 tahun sejak tanggal tes
Kemampuan bicara diuji?TidakYa, lewat rekaman jawaban lisan

Perbedaan paling mendasar: ITP tidak pernah menguji Speaking dan Writing produktif secara langsung, sedangkan iBT menguji keempat kemampuan bahasa sekaligus. Ini bukan soal satu "lebih lengkap" secara kualitas, tapi memang dirancang untuk mengukur hal yang berbeda.

Rentang skor dan cara masing-masing dihitung

Skor ITP berkisar 310-677. Tiga bagian (Listening, Structure, Reading) masing-masing diberi skor 31-68, lalu dirata-rata dan dikonversi ke skala akhir memakai tabel konversi internal ETS.

Skor iBT berkisar 0-120. Empat bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) masing-masing bernilai 0-30, dan skor akhir adalah penjumlahan keempatnya.

Contoh ilustratif: Skor ITP 500 sering dianggap "setara" kira-kira dengan iBT 61 dalam berbagai tabel tidak resmi yang beredar di internet. Tapi ingat, ini bukan tabel resmi ETS — cuma perkiraan umum yang dipakai sebagian institusi untuk kebutuhan internal mereka sendiri.

Kenapa tidak ada tabel konversi resmi antara ITP dan iBT

ETS sendiri tidak pernah menerbitkan tabel konversi resmi antara ITP dan iBT, dan alasannya struktural: ITP mengukur tiga kemampuan (dengan porsi grammar formal yang lumayan besar lewat Structure), sedangkan iBT mengukur empat kemampuan termasuk produksi lisan dan tulisan yang sama sekali tidak diuji ITP. Dua tes yang mengukur hal berbeda secara fundamental tidak bisa dipetakan satu-satu secara matematis akurat.

Tabel konversi yang beredar di internet biasanya dibuat institusi tertentu berdasarkan data internal mereka sendiri (misalnya membandingkan skor mahasiswa yang mengambil kedua tes), bukan standar ETS. Angkanya bisa berbeda-beda tergantung sumbernya, dan sebaiknya dipakai sebagai perkiraan kasar saja, bukan patokan pasti.

Kapan sebaiknya pakai ITP, kapan harus iBT

Pilih ITP kalau: keperluanmu murni internal — syarat kelulusan kampus di Indonesia, seleksi program beasiswa dalam negeri yang secara eksplisit menyebut ITP, atau placement test jurusan. ITP juga jauh lebih murah dan jadwalnya lebih fleksibel karena sering diselenggarakan langsung oleh kampus atau lembaga bahasa.

Wajib pakai iBT kalau: tujuanmu mendaftar kuliah S1/S2/S3 ke luar negeri, mengurus visa kerja/studi yang meminta bukti kemampuan bahasa internasional, atau melamar beasiswa luar negeri (LPDP untuk sebagian skema, Fulbright, Chevening pengganti, dll biasanya menyaratkan iBT, bukan ITP).

Cara memastikan tes mana yang dibutuhkan institusi tujuanmu

Jangan pernah menebak atau mengandalkan kata orang. Selalu cek langsung ke sumber resmi: halaman admisi universitas tujuan, atau syarat resmi program beasiswa yang kamu incar. Cari kata kunci "TOEFL iBT" atau "TOEFL ITP" secara eksplisit di halaman persyaratan mereka — banyak universitas luar negeri secara tegas menyatakan hanya menerima iBT, bukan ITP, meski skor ITP-mu tinggi.

Kalau ragu, kirim email langsung ke bagian admisi dan tanyakan secara spesifik: "Does your program accept TOEFL ITP scores, or is TOEFL iBT required?" Jawaban tertulis dari mereka jauh lebih bisa diandalkan daripada forum atau grup media sosial.

Terlepas dari jenis tesnya, dasar kemampuan bahasa Inggris akademik — membaca cepat, memahami struktur kalimat kompleks, kosakata akademik — tetap sama pentingnya untuk kedua tes. Latihan Reading, Grammar, dan Vocabulary di Beniso English membangun fondasi itu, baik kamu akhirnya mengambil ITP maupun iBT.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah skor TOEFL ITP bisa dipakai untuk daftar S2 ke luar negeri?

Hampir semua universitas luar negeri mensyaratkan TOEFL iBT, bukan ITP, karena ITP tidak diakui secara internasional. Selalu cek persyaratan resmi program yang dituju sebelum mengambil tes.

Skor berapa yang tergolong bagus di TOEFL ITP?

Tergantung syarat institusi tujuan. Untuk syarat umum kelulusan S1 di Indonesia, skor 450-500 sering dipakai sebagai ambang, tapi tiap kampus punya standar sendiri — cek langsung ke institusimu.

Kalau sudah punya skor ITP tinggi, apakah otomatis bisa dipakai daftar universitas luar negeri?

Tidak otomatis. ITP hanya berlaku di institusi penyelenggaranya. Untuk pendaftaran internasional kamu tetap perlu mengambil TOEFL iBT terpisah.

Latihan soal terkait di Beniso English →

Bagikan: